hukum perikatan hukum perusahaan

Cara Pembagian Keuntungan Yayasan

Setiap keuntungan dari Yayasan tersebut secara otomatis menjadi kekayaan bagi dirinya sendiri dan dipergunakan sepeneuhnya untuk mencapai MAKSUD DAN TUJUAN YAYASAN

Tulisan ini adalah materi konsultasi yang sudah mendapat persetujuan dari pihak yang melakukan konsultasi perihal cara pembagian keuntungan yayasan. Nama dan tempat disamarkan.


PERTANYAAN:

Hendi | 31 | Pria
Selamat Malam Tim ide hukum

Saat ini saya ingin melakukan pendirian sebuah badan hukum yang bergerak di bidang pelatihan olah raga.

Semula saya ingin mendirikan Yayasan, namun informasi yang saya terima bahwa Yayasan tidak boleh melakukan pembagian keuntungan,

baik dalam bentuk gaji, honorarium, atau apapun kepada pembina, pengurus dan pengawas yayasan.

Pertanyaan saya apa betul informasi tersebut, mohon dapat di jelaskan.


JAWABAN:

Terimakasih untuk pertanyaannya Pak Hendi, terkait permasalahan Bapak,

dapat saya informasikan bahwa Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukan untuk mencapai tujuan tertentu,

baik didalam bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yang tidak mempunyai anggota.

Di dalam Pasal 5 Ayat (1) memang benar ditentukan bahwa:

“Kekayaan Yayasan baik berupa uang, barang, maupun kekayaan lain yang diperoleh Yayasan berdasarkan Undang-undang ini (UU Yayasan), dilarang dialihkan atau dibagikan secara langsung atau tidak langsung, baik dalam bentuk gaji, upah, maupun honorarium, atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang kepada Pembina, Pengurus dan Pengawas.”

Karena pada dasarnya Yayasan adalah Badan Hukum yang tidak “Profit Oriented” atau mencari keuntungan sebanyak-banyaknya,

sehingga tentu saja LABA atau KEUNTUNGAN tidak dikenal oleh yayasan, oleh karena itu tidak ada yang perlu dibagikan.

Sehingga kita harus bisa membedakan apa yang disebut “Keuntungan” dan apa yang dimaksud “Kekayaan“.

Yayasan memang tidak mengenal keuntungan, bukan berarti Yayasan tidak memiliki kekayaan.

Karena Yayasan dalam mencapai tujuannya boleh melakukan sejumlah usaha atau mendirikan badan usaha,

setiap keuntungan dari Yayasan tersebut secara otomatis menjadi kekayaan bagi dirinya sendiri dan dipergunakan sepeneuhnya untuk mencapai MAKSUD DAN TUJUAN YAYASAN.

Oleh karena itu diatur selanjutnya di dalam Pasal 5 ayat (2):

“Pengecualian atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat ditentukan dalam Anggaran Dasar Yayasan bahwa Pengurus menerima gaji, upah, atau honorarium, dalam hal Pengurus Yayasan :
a. bukan pendiri Yayasan dan tidak terafiliasi dengan Pendiri, Pembina, dan Pengawas; dan
b. melaksanakan kepengurusan Yayasan secara langsung dan penuh.”

Hal tersebut di atas harus dinyatakan jelas di dalam Anggaran Dasar Yayasan (ternyata dalam Pasal 5 ayat 3).

KESIMPULAN:

  1. Yayasan tidak membagikan Keuntungan, tetapi boleh membagikan Kekayaan yang ia miliki dalam bentuk Gaji atau Honor HANYA KEPADA PENGURUS yang bukan Pendiri, dan tidak terafiliasi dengan Pendiri, Pembina, dan Pengawas. 
  2. Ketentuan Gaji dan Honorarium harus diatur di dalam Anggaran Dasar

Tim PakarSolusi.com menjawab konsultasi dengan menghormati privasi anda.
Kirimkan konsultasi anda dengan mengikuti link pada gambar dibawah ini


tombol konsultasi sekarang

Konsultasi anda akan dijawab melalui email oleh Tim PakarSolusi.com dan jika anda memberikan persetujuan Via Email, materi konsultasi akan diposting pada PakarSolusi. com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s