hukum kenotariatan hukum perseroan terbatas hukum perusahaan

Mengapa Perseroan Terbatas Harus Mengeluarkan Saham?

Apa itu Saham?
Mengapa PT Harus menjual saham ?

Pertanyaan ini sering saya dengar ketika melakukan penandatanganan akta pendirian Perseroan Terbatas, dan untuk menjawab pertanyaan tersebut tidaklah cukup tanpa menjelaskan tentang struktur modal. Atau setidaknya sulit dipahami selagi kita belum memahami apa maksud secara filosofi Pendirian PT ?

Apa Makna Pendirian PT ?
Jawabannya: Pendirian PT pada dasarnya adalah perbuatan hukum yang bertujuan menggabungkan modal untuk dijadikan sumber pendanaan dalam menjalankan sebuah usaha, modal yang digabungkan tersebut yang menentukan batas kewenangan para pemegang saham. Semakin banyak saham yang dipegangnya maka akan semakin tinggi pula nilai suaranya di dalam sebuah perseroan terbatas.

Nahhh, karena para calon penanam modal akan menempatkan modalnya di dalam sebuah perseroan, maka selayaknya ia mendapatkan sebuah Surat Keterangan yang menyebutkan berapa besar modal yang ia tempatkan tersebut. Maka “Surat Keterangan” itulah yang dimaksud dengan SAHAM.

Saya jelaskan kembali, modal itu bukan selalu berbentuk uang tetapi bisa juga barang ataupun jasa misalnya Aset bergerak, aset tidak bergerak, atau bahkan kemampuan tertentu.

Nahhh, seluruh modal yang akan ditempatkan tersebut harus dikonversi menjadi sebuah komoditas yang mudah pengukurannya. Lagi-lagi hal itu adalah SAHAM.

Misalnya Budi berfikir tentang sebuah usaha Percetakan yang bisa dijalankan dengan RAB sebagai berikut:

1. Mesin percetakan : Rp.20.000.000,-
2. Modal Dana        : Rp.40.000.000,-
3. Skil Percetakan (bukan bernilai Rupiah)

Maka pada poin 3 silahkan dilakukan perhitungan (analisa) berapa nilainya jika dilakukan konversi ke Rupiah. Saya anggap saja Rp.10.000.000,- (sepuluh juta).

Maka RAB nya menjadi sebagai berikut:

1. Mesin percetakan  : Rp.20.000.000,-
2. Modal Dana         : Rp.40.000.000,-
3. Skil Percetakan   : Rp.10.000.000,-
______________
Total               Rp.70.000.000,-

Maka usaha yang dimaksud oleh Budi akan bisa berdiri dan menjalankan usaha dengan modal sebesar Rp.70.000.000,- (tujuh puluh juta).

Nahh, unutuk melakukan penggabungan modal (pendirian PT) perlu dilakukan konversi modal dari mata uang (Rp) kepada lembar saham. Maka harus ditentukan berapa nilai per lembar sahamnya. Budi menetapkan nilai per lembar saham sebesar Rp.1.000.000,- (satu juta).

Dengan demi kia Budi menawarkan kepada rekan bisnisnya sebanyak Rp.70.000.000,- : Rp.1.000.000,- = 70 lembar saham.

Kebetulan budi sudah punya tabungan sebesar Rp.40.000.000,- , kemudian sisanya ia tawarkan kepada temannya. Kemudian datanglah Banu Dengan kesanggupan dana sebesar Rp.20.000.000,-, dan Dimas dengan kemampuan baik di bidang percetakan.

Maka struktur modalnya adalah:

Budi : Rp.40.000.000,- = 40 lembar saham (57%)
Banu : Rp.20.000.000,- = 20 lembar saham (29%)
Dimas: Rp.10.000.000,- = 10 lembar saham (14%)

Persentase adalah “nilai kekuatan” suara masing-masing pemegang saham.

Jadi mengapa PT harus mengeluarkan saham ?
Tujuannya adalah untuk mengkonfersi setiap bentuk modal yang ditempatkan di dalam PT menjadi komoditas yang kuantitasnya seragam untuk dihitung.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s