hukum kenotariatan hukum perseroan terbatas

Ketentuan Modal Disetor Pada PT (Perseroan Terbatas)

Tiga unsur modal tersebut mencerminkan apakah sebuah Perseroan Terbatas dalam kondisi telah menjual seluruh sahamnya atau belum

Bicara soal Modal PT selalu ada tiga komponen yang disebut terkait saham-saham yang ada di dalamnya.

Tiga komponen tersebut adalah Modal dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal di Setor.

Tiga unsur modal tersebut mencerminkan apakah sebuah Perseroan Terbatas dalam kondisi telah menjual seluruh sahamnya atau belum.

Jika belum menjual seluruh saham artinya Perseroan Terbatas masih ada kemungkinan melakukan penawaran saham,

atau yang lebih dikenal dengan penambahan modal.

Baca juga Mengapa Perseroan Terbatas Harus Mengeluarkan Saham?

Sebelum kita membahas mengenai Penambahan Modal Perseroan Terbatas,

saya akan uraikan terlebih dahulu mengenai tiga unsur modal Perseroan Terbatas:


MODAL DASAR

Modal Dasar adalah total jumlah saham yang dapat diterbitkan oleh sebuah Perseroan Terbatas,

sehingga nilainya harus ditentukan sejak awal pendirian.

Modal Dasar tersebut nantinya akan diterbitkan oleh Perseroan Terbatas dalam bentuk lembar-lembar saham yang memiki nilai (harga).

Modal Dasar pula yang akan dijadikan tolak ukur portofilio sebuah Perseroan Terbatas.

Maksudnya adalah kita dapat menilai sejauh mana sebuah PT akan bermanufer dalam menjalankan usaha,

yang tentu saja akan terlihat dari seberapa berani sebuah PT melakukan penawaran saham (modal dasar).

Contohnya seperti ini:

seorang pebisnis yang bernama A ingin menjalankan usaha Konstruksi,

kemudian A hendak mendirikan PT.AB dengan Modal Dasar Rp.11.000.000.000,- (sebelas miliar Rupiah),

artinya A tersebut sedang melakukan penawaran kepada siapa saja yang mau menempatkan modalnya ke dalam sebuah PT.

Kemudian A bertemu dengan B yang mempunyai visi sama untuk mendirian sebuah usaha dengan badan berbentuk Perseroan Terbatas.

Di dalam Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Noomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas,

di atur bahwa Modal Dasar Perseroan Terbatas paling sedikit adalah Rp.50.000.000,- (lima puluh juta Rupiah), lebih dari itu tidak dilarang.

Maka kita sudah bisa menilai dari sudut pandang Portofolio,

bisnis yang akan dijalankan oleh A dan B dinilai cukup besar,

karena mereka melakukan penawaran modal hingga sebelas miliar,

padahal batas bawah yang diatur hanya lima puluh juta Rupiah.

Baca juga Pengertian Tahapan dan Syarat Penggabungan PT

Itu yang menyebabkan adanya klasifikasi dari pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan,

yang membedakan usaha menjadi 3 tingkatan yaitu:

  1. Usaha Kecil dengan Modal Dasar Rp.50.000.000 sampai dengan Rp.500.000.000,-;
  2. Usaha Menengah dengan Modal Dasar Rp.500.000.001 sampai dengan Rp.10.000.000.000,-;
  3. Usaha Besar dengan Modal Dasar diatas Rp.10.000.000.000,-

Secara bisnis klasifikasi ini menjadi penting loh..

Karena setidaknya Modal Dasar adalah tolak ukur pertama untuk menilai Portofolio Perseroan Terbatas.

Dari sisi perijinan, nilai Modal Dasar menjadi ukuran PT dalam mengajukan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil, Menengah, atau Besar.


MODAL DITEMPATKAN

Modal Ditempatkan maksudnya adalah sebagian atau keseluruhan saham yang ditetapkan pada Modal Dasar yang diambil oleh Pendiri,

pengambilan sebagian saham tersebut bisa jadi dilunasi semua atau sebagian dulu.

Dengan bahasa sederhana,

Modal Ditempatkan adalah sejumlah saham (modal) yang disanggupi oleh Pendiri (calon pemegang saham).

Kita kembali lagi kepada contoh pebisnis A dan B di atas:

Karena A dan B sudah saling sepakat untuk mendirikan sebuah PT yang bernama PT. AB,

maka ia harus mengikuti ketentuan yang ada pada UUPT. Dimana Modal ditempatkan harus paling sedikit sebesar 25 % dari modal dasar.

maka pada anggaran dasar (akta pendirian PT) akan dibunyikan klausul seperti ini:

Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sebesar lebih dari 25,% (duapuluh lima persen) atau sejumlah 2.530 (duaribu limaratus tigapuluh) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp.2.530.000.000,- (duamilyar limaratus tigapuluh juta rupiah) telah disetor penuh oleh para pemegang saham dengan rinciannya serta nilai nominal saham disebutkan pada bagian akhir akta ini.

Kemudian ayat selanjutnya:

100% (seratus persen) dari nilai nominal setiap saham yang telah ditempatkan dan disetor tersebut di atas, atau seluruhnya sebesar Rp.2.530.000.000,- (duamilyar limaratus tigapuluh juta rupiah) telah disetor penuh dengan uang tunai kepada  perseroan  oleh  masing-masing pendiri pada saat penanda-tanganan akta pendirian ini.


KESIMPULAN

Modal Dasar: Adalah Total keseluruhan saham yang akan ditawarkan sebuah PT sesuai kebutuhan.

Modal Ditempatkan: sejumlah lembar saham yang dikeluarkan dari penyimpanan PT, dan siap dibeli oleh calon pemegang saham.

Modal Disetor: adalah sejumlah dana yang sudah disetor oleh tiap-tiap calon pemegang saham (pendiri).


Tim PakarSolusi.com menjawab konsultasi dengan menghormati privasi anda.
Kirimkan konsultasi anda dengan mengikuti link pada gambar dibawah ini


tombol konsultasi sekarang

Konsultasi anda akan dijawab melalui email oleh Tim PakarSolusi.com dan jika anda memberikan persetujuan Via Email, materi konsultasi akan diposting pada PakarSolusi. com

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s