bisnis properti hukum agraria pertanahan

Kedudukan Hukum Letter C / GIRIK (Buku Tanah Desa)

selain sertifikat hak atas tanah nampaknya tanda hak lain-pun masih ada yang berlaku yakni Girik atau kikitir

Sebelum lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), girik diakui sebagai tanda bukti hak atas tanah,

tetapi setelah UUPA lahir dan PP No. 10 Tahun 1961 sebagaimana telah dirubah dengan PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah,

hanya sertifikat hak atas tanah yang diakui sebagai bukti kepemilikan hak atas tanah. Sekalipun demikian,

selain sertifikat hak atas tanah nampaknya tanda hak lain-pun masih ada yang berlaku yakni Girik atau kikitir.

Namun masyarakat masih berkeyakinan bahwa girik sebagai tanda bukti hak atas tanah.

Tidak mempermasalahkan apakah girik itu produk sebelum tahun 1960 atau-pun sesudahnya dan bagaimana status hukumnya.

Pokoknya kalau tanah tertentu sudah memiliki girik atau kikitir, pemiliknya sudah merasa aman. (joeharry-serihukumbisnis.blogspot.co.id/2009/06/kedudukan-hukum-girik-terhadap.html)

Pada Prinsipnya Buku C Desa atau Girik atau Kekitir atau apapun namanya,

yang mengacu pada sebuah buku catatan resmi di kantor Desa/ Kelurahan mengenai bidang tanah atau Persil yang ada di Desa tersebut,

pada mulanya adalah dasar catatan yang dipergunakan oleh perangkat desa untuk memungut IPEDA (Iuran Pendapatan Daerah).

Catatan ini diberlakukan sebelum lahirnya UUPA,

dan iuran semacam ini kemudian dikenal dengan nama Pajak Bumi dan Bangunan setelah lahirnya UU No. 12 Tahun 1985 Tentang PBB.

Dahulu sebelumm Pemerintah Indonesia merapikan pencatatan pertanahannya,

maka catatan IPEDA ini menjadi primadona dan paling bisa untuk diandalkan kebenarannya,

karena di dalamnya terdapat data berupa nama pemilik tanah, riwayat peralihannya, luasan,

bentuk Darat atau Sawah, hingga Posisi tanah sesuai persil dan blok dapat diidentifikasi oleh catatan tersebut.

Sehingga wajar jika kebanyakan masyarakat meyakini bahwa Letter C atau Girik merupakan dasar kepemilikan tanah yang aman.

Baca juga Cara dan Tahapan Memohon Sertipikat Tanah Girik


Apa bedanya Leter C dan Girik ?

Pada prinsipnya sama saja, karena berisi tentang catatan yang sama.

Dahulu ketika catatan IPEDA masih berlaku.

Para kepala Desa atau Lurah membuat catatan disebuah buku yang diberi nama buku C,

yang di dalamnya ada nomor-nomornya sesuai pemilik,

Buku itu dimulai dari nomor yang terkecil dan seterusnya dilanjutkan hingga nomor seri C tersebut bertambah (semakin bertambah halaman maka nomor C nya semakin besar).

Pada penulisan berikutnya akan dijelaskan mengenai sistematika penulisan buku C desa.

Nah, misalnya nama saya tercatat di buku C dengan halaman nomor seri C nya adalah 1120,

maka Saya agar memiliki selembar surat keterangan mengenai catatan di dalam nomor seri C 1120,

Kepala Desa mengeluarkan salinan C 1120 tersebut untuk Saya. Salinan tersebutlah yang sering disebut dengan “GIRIK”.


Bagaimana kedudukan hukum letter C/ Girik tersebut saat ini?

Ingat kembali Pasal 33 UUD 45 yang mengatur bahwa seluruh Sumber Daya Alam (SDA) yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai Negara.

Berangkat dari aturan ini, maka pada prinsipnya seluruh tanah yang ada dari Sabang sampai Marauke adalah dibawah kekuasaan Negara (Pemerintah),

maka jika ada Rakyat yang memohon kepemilikannya harus memohon kepada negara.

Maka ketika saya memohon agar C 1120 Saya dijadikan Sertipikat,

Baca juga Konsep Surat Pelepasan Hak Atas Tanah Untuk Kepentingan Swasta

saya harus memohonkan hal tersebut kepada Negara cq. Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Nah, C 1120 tersebut adalah bukti Materil yang akan saya gunakan sebagai dasar permohonan Saya.

Maka kesimpulannya adalah,

kedudukan buku C Desa atau Girik saat ini adalah sebagai Salah Satu bukti Materil untuk mengajukan permohonan Penerbitan sertipikat kepada Negara.

Demikian, semoga dapat menjadi manfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s