hukum keluarga hukum perbankan

Kisah Ember dan Pisah Harta

Ketika seseorang menikah, masing-masing mempelai pengantin membawa sebuah ember yang berisi air

Mulai banyak yang mempertanyakan tentang ketulusan cinta Artis Raffi Ahmad ketika ingin menikahi Artis Nagita Slavina.

Banyak pihak yang meragukan karena ketika itu ia berencana ingin membuat Akta Perjanjian Pranikah.

Hingga akhirnya mulai muncul pro dan kontra terhadap penerapan akta tersebut.

Menurut saya Klausul Pisah Harta di dalam Akta Perjanjian Pranikah dapat dijelaskan dengan sangat sederhana dengan analogi sebagai berikut:

Ketika seseorang menikah, masing-masing mempelai pengantin membawa sebuah ember yang berisi air.

Setelah mereka mengucapkan janji pernikahan dan dinyatakan sah, maka ada ember baru yang lebih bersar,

Baca juga Pisah Harta Setelah Perkawinan Sudah Bisa Dilakukan

ember yang sebelumnya ada di tangan masing-masing mempelai diletakan di dekat ember itu, mulai detik sahnya pernikahan,

ember besar tersebut akan bertugas menampung seluruh air yang diperolah suami dan isteri selama di dalam sebuah pernikahan, sehingga air itu menjadi “air bersama”.

Begitu juga yang dimaksud dengan harta bersama jika ember yang dibawa oleh masing-masing mempelai dianggap sebagai harta bawaan,

“air bersama” yang dimaksud adalah harta bersama.


Berbeda cerita jika pasangan pengantin tersebut membuat perjanjian pranikah dengan klausul pisah harta,

maka ember besar yang berisi “air bersama” tadi tidak dibutuhkan lagi, karena air akan tetap berada di posisinya semula.

Yang mana selama pernikahan sang suami akan mencari nafkah dan ia cukup menempatkan harta pendapatannya tersebut di embernya sendiri,

hal yang sama juga terjadi untuk isteri.

Analoginya, ketika sepasang kekasih menikah tanpa klausul Pisah Harta,

maka hanya akan ada satu saja ember penampungan harta dan itu yang disebut dengan “Harta Bersama”.

Namun jika pasangan tadi menikah dengan klausul Pisah Harta maka akan ada dua ember yang menampung harta pendapatan masing-masing pihak.


Maka apa untungnya menikah dengan Perjanjian Pranikah dengan klausul Pisah Harta?

Pertama,  Setidaknya ini adalah bukti bahwa pasangan anda betul-betul ingin menikahi anda bukan harta anda.

Kedua, Seperti pepatah bisnis yang terkenal “Don’t Put Your Money In One Basket”, atau “Jangan tempatkan uang anda di satu keranjang saja”.

Klausul Pisah Harta dapat menjadi modifikasi pengaturan kekayaan yang sangat baik. Karena akan ada pembagian penampungan harta dan resikonya.

Resiko yang saya maksud misalnya, Sang Suami membuka bisnis dengan bantuan Kredit Modal Kerja (Hutang),

Baca juga Debt Collector didalam Sistem Hukum Jaminan

dan ia menandatangani Personal Guarantee yang mana ia menjaminkan seluruh harta pribadinya.

Merujuk pada Pasal 35 UU Perkawinan jo. Pasal 121 KUHPerdata,

yaitu harta bersama juga meliputi semua utang yang dibuat oleh masing-masing suami isteri, selama perkawinan.

Maka ketika terjadi kegagalan bayar terhadap utang, Kreditur akan mengambil pelunasan melalui penyitaan seluruh harta pemberi jaminan Personal Guarantee.

Akhirnya seluruh harta suami tersebut yang dimaksud adalah seluruh harta yang ada di dalam “EMBER” miliknya saja.

Hal yang sama juga akan terjadi jika salah satu pihak ada yang pailit.

Dengan demikian, isteri yang sangat mencintai suaminya tidak akan meninggalkan suaminya yang baru saja kehabisan harta karena dieksekusi oleh kreditur.

Isteri tentunya dapat membantu suami memulai lagi usaha dengan harta yang ada di dalam “EMBER”nya. Itu mengapa jangan menempatkan uang anda di satu “ember” saja.

Ketiga, Secara teknis Pisah Harta akan memudahkan anda delam melakukan transaksi bisnis.

Karena dalam kegiatan jual beli atau kegiatan lain yang sifatnya melepas hak dari harta anda,

tidak memerlukan persetujuan pasangan. Bahkan diperbolehkan terjadi jual beli dari suami ke isteri atau sebaliknya.

Kesimpulannya, Pisah Harta menurut saya sangat bermanfaat untuk kelangsungan bisnis keluarga.

Karena cinta tidak hanya dapat dinilai dari apakah anda menggabungkan harta anda dengan calon pasangan atau tidak.

Referensi:
Penulis: Dodi Oktarino SH. MKn
Copywriter: Eriko


Tim PakarSolusi.com menjawab konsultasi dengan menghormati privasi anda.
Kirimkan konsultasi anda dengan mengikuti link pada gambar dibawah ini


tombol konsultasi sekarang

Konsultasi anda akan dijawab melalui email oleh Tim PakarSolusi.com dan jika anda memberikan persetujuan Via Email, materi konsultasi akan diposting pada PakarSolusi. com

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s