bisnis properti hukum rumah susun

Bedanya Kondominium, Apartemen dan Rumah Susun

Sehingga apa yang kita kenal dengan kata Apartemen dan Kondominium, itu adalah adopsi istilah dari luar Indonesia, yang dimanfaatkan sebagai teknik dalam bisnis properti.

Di kota besar seperti Jakarta, istilah Apartemen, Kondominium, atau Rumah Susun sudah tidak asing lagi ditelinga kita.

Yang sering menjadi pertanyaan adalah, apa perbedaan dari ketiganya ?

Sepengetahuan saya, Apartemen, Kondominium, dan rumah susun, hanya dapat dibedakan melalui kacamata bisnis.

Karena ketiga hal tersebut di dunia Marketing cukup mencolok perbedaannya.

Baca juga Bagaimana Cara Orang Asing Memiliki Rumah di Indonesia?

Kondominium akan menempati posisi sebagai properti teratas dari sisi presisinya, maka yang memiliki biasanya kalangan yang berkantong sangat tebal.

Apartemen dipasaran dikenal sebagai property mahal namun masih cukup terjangkau, maka pemiliknya biasanya adalah kalangan menengah.

Terakhir adalah Rumah Susun biasanya dijadikan program pemerintah untuk menghadirkan hunian layak dan murah bagi kalangan kurang mampu.

Jadi di dunia pemasaran 3 (tiga) hal tersebut dengan mudah dibedakan.

Namun jika sudah bicara menurut hukum, menjadi hal yang berbeda.

Hukum yang saya maksud adalah hukum positip Indonesia.

Sebelumnya saya uraikan dulu beberapa pengertian secara internasional mengenai hal tersebut.

Pengertian yang saya ambil dari Tante Wikie (www.wikipedia.com).


Pengertian Kondominium:

“Sebuah kondominium, atau kondo, adalah bentuk hak guna perumahan dimana bagian tertentu real estat (umumnya kamar apartemen),

dimiliki secara pribadi sementara penggunaan dan akses ke fasilitas seperti lorong, sistem pemanas, elevator,

eksterior berada dibawah hukum yang dihubungkan dengan kepemilikan pribadi dan dikontrol oleh asosiasi pemilik yang menggambarkan kepemilikan seluruh bagian.

Sebutan ini sering digunakan untuk merujuk pada unit itu sendiri menggantikan kata (apartemen)”.


Pengertian Apartemen:

“Apartemen, flat atau rumah pangsa merupakan sebuah model tempat tinggal yang hanya mengambil sebagian kecil ruang dari suatu bangunan.

Suatu gedung apartemen dapat memiliki puluhan bahkan ratusan unit apartemen. Istilah apartemen digunakan secara luas di Amerika Utara,

sementara istilah flat digunakan di Britania Raya dan negara-negara persemakmuran.”

Mungkin saja anda juga memiliki sebuah pengertian tersendiri yang anda pahami tentang tiga hal tersebut.

Apapun yang kita pahami mengenai tiga jenis produk tersebut, bagi saya hukum Indonesia hanya mengenal Spesies yang diberi nama “Rumah Susun”,

berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun. Pengertian yang digunakanpun bertalian dengan apa yang dijelaskan diatas.

sebelumnya kita mulai dulu dari pemikiran dasar yang dapat ditemukan di Undang-Undang Pokok Agraria.

Adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA),

yang tidak disebutkan secara khusus mengenai rumah susun, karena dalam pada pasal 4 ayat (1) UUPA yang berbunyi”

“atas dasar hak menguasai dari Negara sebagai yang dimaksud dalam Pasal 2 ditentukan adanya macam-macam hak atas permukaan bumi, yang disebut tanah, yang dapat diberikan kepada dan dipunyai oleh orang-orang baik sendiri maupun bersama sama dengan orang lain serta badan-badan hukum”

Mari kita fokus kepada kata “bersama-sama”, pada prinsipnya negara yang memiliki hak menguasai dapat memberikannya kepada orang-orang secara bersama-sama.


Pengertian Rumah Susun:

Inilah pemikiran permulaan untuk menerapkan sistem hak milik satuan rumah susun.

Pada pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun berbunyi:

“Rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.”

sampai disini semakin jelas. Bahwa Hukum Indonesia hanya mengakomodir sistem kepemilikan lahan secara bersama-sama dengan menyebutnya sebagai rumah susun.

Sehingga apa yang kita kenal dengan kata Apartemen dan Kondominium, itu adalah adopsi istilah dari luar Indonesia,

yang dimanfaatkan sebagai teknik dalam bisnis properti. Setidaknya digunakan hanya untuk mengklsifikasikan bentuk rumah susun sesuai segmen yang diinginkan.

Kesimpulannya, ketika bicara masalah tempat tinggal yang tersusun sehingga membentuk gedung bertingkat diatas tanah bersama.

Baca juga Pembelian Properti Rumah Murah dengan Cara “Tunangan” dan “NIkahan”

Itu adalah Rumah Susun yang dasar Hak Kepemilikannya adalah Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).

Jika ada dasar hak kepemilikan yang lain diluar SHMSRS, maka itu adalah property yang diluar akomodir hukum positip.

Lalu apa akibat hukumnya jika diluar akomodir hukum positip ?

Faktanya banyak yang lebih tertarik membicarakan prospek dan akibat bisnis, ketimbang membicarakan akibat hukum.

Referensi:
Penulis: Dodi Oktarino SH. MKn


Tim PakarSolusi.com menjawab konsultasi dengan menghormati privasi anda.
Kirimkan konsultasi anda dengan mengikuti link pada gambar dibawah ini


tombol konsultasi sekarang

Konsultasi anda akan dijawab melalui email oleh Tim PakarSolusi.com dan jika anda memberikan persetujuan Via Email, materi konsultasi akan diposting pada PakarSolusi. com

Advertisements

6 comments

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s