bisnis properti hukum kenotariatan hukum perdata hukum perikatan

Apa Bedanya Beli Sewa dan Leasing?

Prinsipnya kontrak ”beli-sewa” adalah penggabungan dua jenis perjanjian yaitu, jual-beli dan perjanjian sewa-menyewa,

Terdapat perbedaan mendasar antara kontrak ”beli sewa” dan kontrak ”leasing”,

yang mana kedua hal ini sering sekali tertukar-tukar pengertiannya dalam praktik di masyarakat.

Padahal diantara keduanya memiliki makna yuridis yang sangat berbeda walaupun sekilas terlihat sama.

Adapun ”beli sewa” atau sering juga disebut ”sewa beli”,

dasar hukumnya adalah Keputusan Menteri Perdagangan dan Koperasi nomor:34/KP/II/80 Tentang Perizinan Sewa Beli.

Sementara Leasing berdasar hukum pada Keputusan Bersama Menteri Keuangan, Perindustrian, dan Perdagangan

nomor: Kep-122/MK/IV/2/1974, nomor: 32/M/SK/1974, dan nomor: 30/KPB/I/1974 Tentang Perizinan Usaha Leasing.

Prinsipnya kontrak ”beli-sewa” adalah penggabungan dua jenis perjanjian yaitu, jual-beli dan perjanjian sewa-menyewa,

dimana pembayarannya dilakukan secara angsuran.

Apabila debitur tidak mampu menyelesaikan angsurannya maka kreditur boleh menarik lagi objek perjanjian,

dengan asumsi angsuran yang selama ini dibayarkan dianggap sebagai biaya sewa objek perjanjian tersebut.

Namun bila debitur menyelesaikan pembayarannya sampai ke angsuran terakhir maka objek perjanjian yang semula sebagai objek sewa-menyewa berubah menjadi obyek jual-beli.

Sehingga hak milik beralih pada saat pembayaran angsuran terakhir.

Sementara leasing adalah perjanjian sewa-menyewa yang di dalamnya mengandung klausul berupa opsi (pilihan) debitur ketika perjanjian berakhir,

apakah ia akan membeli benda yang disewakan semula atau ingin melanjutkan sewa-menyewa semula.


Jika dibuat tabel sederhana untuk membedakan dua hal ini adalah sebagai berikut

SEWA BELI

Pengertian, merupakan gabungan sewa dan beli.

Bila obyek tidak mampu dibayar maka barang dapat ditarik kembali.

Namun bila angusuran dilunasi maka objek menjadi objek jual beli sehingga terjadi peralihan hak milik.

  • Pada umumnya Untuk barang konsumtif;
  • Harga barang yang dijual sudah ada sejak awal perikatan; sehingga
  • Tidak dapat terhindar dari resiko ekonomis;
  • dikenal oleh KUHPerdata Belanda  vide 1576 NBW;
  • Motivasi angsuran adalah untuk membayar sewa sambil melunasi Pembelian

Baca Juga Sudah ada SHT Mengapa Bank Masih Menyimpan Sertipikat Tanah?


LEASING

Pengertian, merupakan perjanjian sewa menyewa yang mengandung Hak Opsi,

yaitu untuk membeli atau memperpanjang sewanya.

  • Untuk barang-barang modal dalam usaha yang harganya mahal;
  • Harga barang baru muncul setelah debitur memilih utk membeli; sehingga
  • Dapat menghindari Resiko Ekonomis;
  • Tidak dikenal oleh KUHPerdata;
  • Motivasi angsuran adalah untuk membayar sewa saja dan tidak mempengaruhi pembelian. Harga jual hanya dipengaruhi PASAR terbaru saat debitur memilih opsi membeli.

PENEREPAN BELI-SEWA

Semoga dengan adanya pembedaan tersebut dapat membantu kita dalam praktik.

Yang patut digarisbawahi adalah dalam penerapan beli-sewa masih terdapat ketimpangan.

Karena pemerintah tidak membuat regulasi yang menuntun kepada perlindungan konsumen sewa-beli tersebut.

Contohkan saja dalam sewa-beli kendaraan bermotor yang sering kita lakukan.

Jika 3 (tiga) bulan berturut-turut kita tidak membayar angsuran,

maka perusahaan pembiayaan cendrung main tarik saja terhadap objek sewa-belinya.

Seharusnya perusahaan juga memperhitungkan kerugian konsumen karena ditariknya objek sewa beli.

Seperti uang DP yang sudah dikeluarkan.

Menurut penulis, sebaiknya dalam perjanjian sewa beli diterapkan dua kolom perhitungan pembayaran.

Sehingga dalam angsuran setiap bulannya yang dibayarkan oleh debitur selalu dipecah dua.

Bagian pertama untuk membayar sewanya dan bagian yang lain untuk membayar pembelian yang dibayar bertahap.

Sehingga jika terjadi wanprestasi dalam pembayaran angsuran. Maka objek perjanjian (kendaraan bermotor) boleh diambil kembali,

namun sejumlah uang yang ada di kolom pembelian harus dikembalikan, karena konteks jual-belinya sudah dibatalkan.

Misalnya A mengikatkan diri pada PT Semesta Jaya Finance dalam sewa-beli,

dengan objeknya kendaraan bermotor roda dua yang harganya 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah),

dengan pembayaran secara mengangsur selama 36 bulan dengan konstruksi:

Angsuran                         : Rp 478.000,- per bulan

Dimana rincia pembayaran tersebut terdiri dari:

Pembayaran Sewa         : Rp 200.000,-
Mencicil Pembelian       : Rp 278.000

Setelah 10 bulan A tidak lagi konsisten mengangsur.

Sehingga dana yang terbayarkan adalah Rp 4.780.000,- dengan rincian sebagai berikut:

Pembayaran Sewa         : Rp 2.000.000,-
Mencicil Pembelian       : Rp 2.780.000,-

Sehingga PT Semesta Jaya Finance dapat menarik kembali kendaraan roda dua tersebut, namun memulangkan uang sebesar Rp 2.780.000,-,

karena itu adalah biaya untuk  mencicil pembelian, sementara pembelian dengan cicilannya dibatalkan, sehingga harus dikembalikan.

Untuk dana yang Rp 2.000.000,- tidak perlu dikembalikan karena itu adalah biaya sewa motor tersebut selama 10 bulan.

Secara hukum penarikan motor itu sah karena ia belum beralih hak miliknya kepada si A.

Baca juga Debt Collector didalam Sistem Hukum Jaminan

Alangkah bagusnya konstruksi seperti yang diuraikan diatas dapat diterapkan di Indonesia.

Namun hal ini memerlukan Politik Will dari pembuat peraturan agar konsumen sewa-beli dapat terlindungi.

 

Penulis: Dodi Oktarino, SH. MK.n


Tim PakarSolusi.com menjawab konsultasi dengan menghormati privasi anda.
Kirimkan konsultasi anda dengan mengikuti link pada gambar dibawah ini


tombol konsultasi sekarang

Konsultasi anda akan dijawab melalui email oleh Tim PakarSolusi.com dan jika anda memberikan persetujuan Via Email, materi konsultasi akan diposting pada PakarSolusi. com

Advertisements

7 comments

  1. Makasih infonya pak,saya mau tanya pak, paman saya terikat kontrak jual beli 3 unit mobil truk dengan angsuran 6 jt/unit/bulan, nominal yang telah terbayar total 140jt,karena bisnis macet mobil dalam tunggakan 5bulan dengan periode berselang,waktu yang tidak membayar baru 2bulan ini, usaha dijalankan kakak saya,kmaren dapat info sbelum akhir tahun mobil akan ditarik dan wajib mlunasi tunggakan atau paman saya akan dipadanakan,bisakah begitu pak? Mohon skali infonya pak, trimakasih sbelumnya

    Like

  2. Sama-sama Pak Ummahat..

    Perihal pertanyaan Bapak, mohon dipastikan dahulu, pembelian melalui lembaga keuangan atau tidak (seperti leasing atau bank), jika Iya.. Maka pastikan lagi apakah dulu ketika pengikatan utang piutang (perjanjian Kredit), juga diberikan Jaminan Fidusia ?

    seharusnya jika utang terkait dengan lembaga keuangan, maka menurut Peraturan Perbankan dan Lembaga Keuangan, sangat jauh untuk menyentuh Rana Pidana. Menurut saya itu tidak lebih dari sekedar Ancaman.

    Namun, jika utang piutang yang Bapak ceritakan ini diluar urusan denang Lembaga Keuangan yang resmi (Pinjam Uang Personal atau Praktek Rentenir), sebaiknya Bapak segera Baca kembali perjanjian yang dulu dibuat, jika mendapat sejumlah ancaman, segera Minta Perlindungan kepada POLRI.

    Muungkin itu yang dapat saya Berikan.

    Like

  3. Selamat Malam Pak Dodi,

    Artikel yang menarik.

    Ada yang ingin saya tanyakan, adakah dasar penetapan harga sewa beli lebih tinggi dari harga sewa saja?
    dapatkah saya beroleh referensi yang bagus untuk masalah sewa menyewa ini? tentang aturan dan sebagainya.

    terimakasih

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s